Ebook Majalah Indonesia

Blog yang khusus menyediakan link download koran, majalah dan ebook gratis, khususnya yang berkaitan dunia pendidikan, sains dan agama

Apakah Tahun 2023 Blog ini Tetap Lanjut?

 

Kepada pembaca sekalian, terimakasih sudah mengunjungi blog ini secara rutin. Saya harap blog dapat memberi banyak manfaat bagi pengunjung sekalian. Sesungguhnya situs berbagi ebook gratis ini adalah proyek nirlaba alias tanpa tujuan komersil sama sekali. Admin sama sekali tidak mendapat keuntungan satu rupiah pun dari blog ini. Blog ini hadir tanpa adsesnse, iklan atau shortlink demi memudahkan pembaca sekalian.

Namun demi mengembangkan isi blog ini lebih kaya dan maju lagi, diharapkan kesediaannya bagi pembaca yang berkecukupan untuk berdonasi kepada kami. Jika mengandalkan kantong pribadi admin dirasa kurang mencukupi agar bisa mengembangkan blog ini lebih intens lagi, hingga harap dimaklumi jika kuantitas atau jumlah postingan jadi menurun atau mungkin tidak ada lagi. Karena itu kami membuka kesempatan untuk berdonasi kepada kami demi keberlangsungan blog ini menjadi lebih berkembang lagi.

Apakah blog ini akan tetap lanjut atau tutup di tahun 2023 belum bisa dipastikan. Hal ini bergantung ada atau tidaknya donasi atau sokongan dari pembaca sekalian. Sebelumnya sudah banyak berguguran situs-situs berbagi ebook gratis di Indonesia, seperti misalnya yang terbesar blog bacaan-indo.blogspot.com, dan yang terbaru adalah Z Library, situs berbagi ebook terbesar di dunia yang kini harus tutup. Apakah blog ini akan bernasib sama di tahun 2023, semuanya bergantung dukungan donasi dari pembaca sekalian. Bagi pembaca yang bersedia berdonasi silahkan kontak email ke alamat ebookmagzindo@gmail.com. Info cara untuk berdonasi akan diinfokan lewat email itu, harus ditransfer ke mana misalnya. Silahkan donasi seikhlasnya.

Cara untuk berdonasi silahkan klik link berikut:



Download Majalah National Geographic Indonesia Edisi Desember 2022

 


Tanggal rilis: 01 Desember 2022

20 - Pagebluk membuat kita bagai menaiki roller coaster: Vaksin baru mendorong optimisme. Namun kesalahan informasi dan kekurangan persediaan, mengganggu imunisasi. Virus pun tetap mengancam.

54 - Perselisihan budaya, politik, tanah, dan lainnya, berkobar di seluruh dunia—termasuk di AS, yang menghadapi serangan terhadap demokrasinya dan terus bergulat degan warisan rasismenya.

68 - Dalam tahun yang penuh tantangan, terdapat pencapaian yang menggembirakan dalam pelestarian harta alam dan budaya. Upaya-upaya kita mencerminkan harapan serta rasa kemanusiaan kita.

Link Download:

DOWNLOAD

Download Majalah Intisari Edisi Desember 2022

 


Tanggal rilis: 01 Desember 2022

Catatan Editorial

Sebuah catatan harian Monsinyur Albertus Soegijapranata SJ, memperlihatkan sua- sana Kota Yogyakarta yang mencekam. Saat itu Rama Kanjeng sapaan masyarakat Jawa kepadanya berada di Gereja Bintaran, 19 Desember 1948. Kita m engenangnya de ngan Agresi Militer Belanda Kedua bulan ini 74 tahun silam.

“Di mana-mana terdengar deru mesin pesawat terbang, bunyi tembakan senapan, rentetan ledakan senapan mesin berikut dentuman meriam. Sejumlah peng ungsi mulai masuk ke Pasturan Bintaran...” Sampul edisi ini menampilkan peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, namun nyaris terlupa.

Tampak tiga sosok utama: Mgr. Georges de Jonghe d’Ardoye bersama Presiden Soekarno, dan Rama Kanjeng. Mereka berjumpa di Gedung Agung, Yogyakarta, pada akhir Desember 1947. Kendati Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya, Belanda tampaknya masih ingin meminang kembali permatanya yang hilang itu. Atas situasi ini sang Rama, melayangkan surat kepada Vatikan. Ia berharap Vatikan bersedia mengakui kedaulatan pemerintah Indonesia.

Permohonan sang Rama disetujui. Vatikan mengirimkan Delegat Apostolik untuk Indonesia, Monsinyur George de Jonge d’Ardoye. Dia adalah Uskup Gereja Katolik Roma asal Belgia. Cita-cita Rama tercapai. Penga kuan Vatikan atas kedaulatan negeri kita memiliki aspek penting dalam perjuangan diplomasi dan hubungan dunia internasional.

Setelah Do Jonge menyampaikan surat kepercayaan dari Sekretariat Vatikan kepada Wakil Perdana Menteri, ia bersama Rama Kanjeng menuju Gedung Agung untuk berjumpa Presiden Soekarno di Gedung Agung. Kita meneladani ungkapannya yang sohor, “Jika kita benar-benar Katolik sejati sekaligus kita juga patriot sejati. Karenanya kita adalah 100 persen patriot, karena kita adalah 100 persen Katolik.” Moral cerita petikan itu bukan saja untuk umat yang seiman dengannya, tetapi bermakna juga untuk kita semua.

Link Download:

DOWNLOAD